IBX5B221F07DDA13

5 Tipe Blog yang Sebaiknya Kamu Ketahui

Anda ingin ngeblog tapi tidak tahu blog semacam apa yang hendak dibuat? Kamu tidak sendiri. Tidak sedikit orang yang merasakan faktor demikian. Solusi termudahnya merupakan dengan mengenal 5 tipe blog yang ada di dunia maya kini ini.


1. Blog Pribadi
Blog pribadi merupakan blog yang umumnya dibangun hanya untuk sekadar mengisi waktu luang alias share hal-hal dari kenasiban sehari-hari. Blog tipe ini pada dasarnya merupakan suatu  catatan online publik jadi topiknya dapat segala hal. Tidak hanya itu, blog pribadi tidak ditujukan untuk menghasilkan uang. Meskipun demikian, pemilik blog tipe ini bakal tetap nyaman ngeblog .

2. Blog otoritas (authority blogs)
Blog otoritas merupakan blog yang dibangun oleh para blogger serius. Tujuan blog tersebut merupakan menjadi pakar di topik yang dibahasnya.

Dari segi memperoleh pengunjung, blog otoritas tidak fokus terhadap pengunjung dari mesin pencari, tetapi menggaet pengunjung juga dari social media (Facebook, Twitter, serta Pinterest). Oleh sebab itu, apabila pun mesin pencari tidak ada, blog-blog otiritas tetap memperoleh trafik dari sosial media tersebut.

Terkait konten, blog otoritas umumnya tidak mementingkan kata kunci. Tidak heran, blog otoritas memublikasikan ratusan sampai ribuan postingan bernilai sebab topik yang mereka bahas tidak sempit (umpama kesehatan, rumah, pengembangan diri, teknologi, serta lain-lain).

Berbagai contoh blog otoritas merupakan:

Problogger (blog otoritas seputar dunia ngeblog)
TechCrunch (blog otoritas seputar dunia teknologi)

3. Blog Niche
Tidak sama dengan blog otoritas, blog niche fokus terhadap suatu  kata kunci tertentu yang diupayakan untuk masuk ke halaman satu mesin pencari. Pembuatan blog tipe ini mempunyai pola: riset kata kunci, pembuatan konten, serta optimasi di mesin pencari.

Dari segi pengunjung, blog niche menggantungkan diri terhadap pengunjung yang berasal dari mesin pencari (utamanya Google) jadi biasanya para pemilik blog niche sibuk mencari backlink dari beragam sumber supaya blog mereka masuk ke halaman 1 Google untuk kata kunci yang dibidiknya.

Sebab hanya menggantungkan pengunjung dari Google, kelemahan paling besar blog niche merupakan kehilangan pengunjungnya dalam waktu sekejap apabila Google memperbaharui algoritma pencariannya. Kamu mungkin sempat mambaca keluhan para pemilik blog niche di forum-forum internet marketing sebab blog mereka telempar dari halaman 1 Google dampak Google Panda, Google Penguin, alias penalti manual Google.

Sekarang ini ada tidak sedikit debat kusir perihal mana yang lebih baik dalam menghasilkan uang antara blog otoritas serta blog niche. Para fan blog otoritas mengklaim bahwa blog otoritas merupakan yang paling baik menghasilkan uang. Begitu juga dengan klaim para “penggemar” blog niche. Tetapi, dalam pandangan saya, dua-duanya keren menghasilkan uang sepanjang konten serta backlink-nya bernilai.

4. Blog Perusahaan
Berbagai tahun akhir-akhir ini tidak sedikit perusahaan sudah meningkatkankan suatu  blog pada situs mereka. Perusahaan memakai blog mereka untuk menginformasikan pemkabarhuan penting, menawarkan produk serta alias jasa baru, serta berkomunikasi dengan pelanggan. Oleh sebab itu, blog tipe ini umumnya tidak dimonetisasi dengan iklan-iklan pihak ketiga.

5. Blog spam
Blog spam merupakan blog yang dibangun dengan tidak memperhatikan nilai. Blog tipe ini umumnya berupa blog automatically generated content (AGC) yang dapat dengan mudah dibangun dalam jumlah masif. Pemilik tinggal memakai aplikasi (biasa juga kode tertentu alias plugin) pengambil konten dari blog alias situs orang lain serta blog mereka bakal dengan mudah terisi konten.

Mesikipun mudah dibuat, blog spam tidak jarang mendapat komplain dari pemilik blog yang kontennya diambil sebab terjadi pelanggaran hak cipta. Bukan hanya itu, blog tipe ini menjadi target empuk Google dalam membersihkan hasil pencariannya dari konten-konten yang tidak bermutu.

Dengan mengenal kelima tipe blog di atas, Kamu mendapat fotoan mengenai blog semacam apa yang hendak Kamu buat. Dengan cara probadi, saya baru membikin blog niche serta blog otoritas. Dari segi bahasa, blog niche saya 100% berbahasa Inggris, sedangkan blog otoritas saya semuanya berbahasa Indonesia (salah satunya blog yang sedang Kamu baca ini).
Share this article :
+
Previous
Next Post »
Diberdayakan oleh Blogger.

Follow by Email